Dari sepasang bola mata, Mencoba tuk merangkai kata-kata yang tercecer berserakan dalam ruang imaginasi menjadi kalimat-kalimat yang berarti, dan dapat memberi makna dalam kehidupan
Sabtu, 30 Januari 2010
Dimanakah cahaya?
Dengan pandangan mata yang tajam, namun tetap tak berarti, seolah seorang buta yang tidak dapat menikmati indahnya dunia, aku melangkah perlahan menyusuri malam gelap yang hitam. Langkah kakiku diiringi suara gemericik air yang mengalir menembus celah-celah bebatuan. Suara-suara bambu yang bergesekan tertiup angin malam yang dingin nan lembut, seolah memberiku semangat untuk terus melangkah. Namun langkahku terhenti, karna aku tak tahu arah, kemana aku harus melangkah? wahai cahaya, dapatkah engkau tampakkan kilau indahmu? terangi jalanku, dan tuntunlah langkahku. Di manakah akan aku temui secercah cahaya yang dapat menerangi jalanku?
Pelangi senja
Menanti rembulan, sang mentari tersenyum lembut diantara butiran butiran kecil menghujam bumi. Pancaran lembut sinarnya memantulkan keindahan, memberikan warna pada langit biru nan berawan cerah. Beribu pasang bolamata menatapnya dengan penuh kesejukan diantara daun-daun yang basah...
...tak ada yang abadi...
Berjuta warna pelangi... Takkan selamanya kau 'kan disana, memberi senyum indah nan ceria pada dunia. Perlahan kau mulai sirna bersama dengan pulangnya mentari ke peraduan. Senja kini berganti malam, tak lagi nampak keindahanmu dalam malam, pelangi.
...tak ada yang abadi...
Berjuta warna pelangi... Takkan selamanya kau 'kan disana, memberi senyum indah nan ceria pada dunia. Perlahan kau mulai sirna bersama dengan pulangnya mentari ke peraduan. Senja kini berganti malam, tak lagi nampak keindahanmu dalam malam, pelangi.
Jumat, 05 Juni 2009
Sebuah perjalanan kecil.
Dibawah naungan awan yang menghalau sinar matahari untuk menyentuh ku, aku melaju dengan tenang mengikuti akselerasi sepeda motor yang aku kendarai. Seiring berjalannya waktu, putaran roda pun terus meningkat kecepatannya. Namun aku tidak mau menarik tuas gas hingga maksimal, mengingat persediaan bahan bakar sudah menipis. Yang ada dalam pikiranku saat itu hanyalah, sampai di SPBU terdekat.
Butiran-butiran kecil mulai berjatuhan menghujam bumi, ketika aku sedang me refill bahan bakar kendaraanku. Ah, hujannya tidak terlalu deras, pikirku. Akupun melanjutkan perjalananku. Baru beberapa puluh meter aku melaju, butiran-bhtiran kecil yang tadi berjatuhan, volumenya bertambah dan menghujamku dengan ganasnya. Ini membuat jarak pandangku berkurang dan memaksaku untuk menepi. Sepintas, ini memauatku bimbang, apakah akan lanjut atau balik?
Hujanpun mulai reda, akupun kembali melanjutkan perjalananku. Seakan ingin menghentikan langkahku, hujan yg lebih lebat kini menerpaku. Sempat berpikir tuk kembali.... Tapi... Ah, inikan sudah setengah perjalanan, jika harus terhenti... Maka harus melanjutkan perjalanan. Namun jika harus kembali, adalai sebuah kerugian besar, kalo kuliah mungkin gradenya adalah D/E bahkan F(FAILED). Jika ambil jalan tengahnya mungkin adalah berhenti sejenak. Namun keadaan memaksaku untuk terus maju. Kutarik saja tuas gas motorku, seiring dengan derasnya hujan yang menerpaku, akupun melaju semakin cepat.
Aku menggigil, tubuhku basah kuyup ketika hujan mulai reda, laju kendaraanku pun berangsur melambat, tempat yang aku tuju pun seakan mendekat.
Hujan sudah benar-benar reda, sesaat setelah aku tiba. Gunung di seberang sana terlihat berwarna biru nan cerah, puncaknya di selimuti kabut tipis berwarna putih. Langit memang tidak terlalu cerah, tapi matahari tetap tersenyum padaku dengan segala keindahannya, dan menyapaku dengan sinar hangat yang menyentuh seluruh tubuhku.
Itu hanyalah sekelumit perjalanan kecil. Sedang hidup ini adalah satu perjalanan panjang yang sesungguhnya sangat singkat, sebuah perjalanan menuju satu kehidupan yang panjang, kekal, abadi and never ending. Maka persiapkanlah dirimu dengan satu niat, KARENA ALLAH. Jangan pernah berhenti MENGINGAT ALLAH. Insya ALLAH, kebahagiaan yang hakiki bisa kamu raih. :-)
Butiran-butiran kecil mulai berjatuhan menghujam bumi, ketika aku sedang me refill bahan bakar kendaraanku. Ah, hujannya tidak terlalu deras, pikirku. Akupun melanjutkan perjalananku. Baru beberapa puluh meter aku melaju, butiran-bhtiran kecil yang tadi berjatuhan, volumenya bertambah dan menghujamku dengan ganasnya. Ini membuat jarak pandangku berkurang dan memaksaku untuk menepi. Sepintas, ini memauatku bimbang, apakah akan lanjut atau balik?
Hujanpun mulai reda, akupun kembali melanjutkan perjalananku. Seakan ingin menghentikan langkahku, hujan yg lebih lebat kini menerpaku. Sempat berpikir tuk kembali.... Tapi... Ah, inikan sudah setengah perjalanan, jika harus terhenti... Maka harus melanjutkan perjalanan. Namun jika harus kembali, adalai sebuah kerugian besar, kalo kuliah mungkin gradenya adalah D/E bahkan F(FAILED). Jika ambil jalan tengahnya mungkin adalah berhenti sejenak. Namun keadaan memaksaku untuk terus maju. Kutarik saja tuas gas motorku, seiring dengan derasnya hujan yang menerpaku, akupun melaju semakin cepat.
Aku menggigil, tubuhku basah kuyup ketika hujan mulai reda, laju kendaraanku pun berangsur melambat, tempat yang aku tuju pun seakan mendekat.
Hujan sudah benar-benar reda, sesaat setelah aku tiba. Gunung di seberang sana terlihat berwarna biru nan cerah, puncaknya di selimuti kabut tipis berwarna putih. Langit memang tidak terlalu cerah, tapi matahari tetap tersenyum padaku dengan segala keindahannya, dan menyapaku dengan sinar hangat yang menyentuh seluruh tubuhku.
Itu hanyalah sekelumit perjalanan kecil. Sedang hidup ini adalah satu perjalanan panjang yang sesungguhnya sangat singkat, sebuah perjalanan menuju satu kehidupan yang panjang, kekal, abadi and never ending. Maka persiapkanlah dirimu dengan satu niat, KARENA ALLAH. Jangan pernah berhenti MENGINGAT ALLAH. Insya ALLAH, kebahagiaan yang hakiki bisa kamu raih. :-)
Langganan:
Postingan (Atom)




