Tak pernah menyangka sebelumnya bahwa aku akan 'terdampar' di tempat ini. Sebuah kota yang tak terlalu ramai, sehingga tidak perlu untuk meratapu kemacetan seperti di Jakarta.
Aku pun tak pernah berencan untuk punya rutinitas yang baru ini, pekerjaan baru, bertemu denvan orang-orang baru, yang ternyata mereka semua itu asik, se asik saya, hehehe,,, Dan yang vak kalah penting nih, banyak banget pengetahuan baru yang saya dapatkan disini. Terimakasih Tuhan, Telah memenuhi kebutuhanku.
Dari sepasang bola mata, Mencoba tuk merangkai kata-kata yang tercecer berserakan dalam ruang imaginasi menjadi kalimat-kalimat yang berarti, dan dapat memberi makna dalam kehidupan
Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 30 Hari Menulis. Tampilkan semua postingan
Kamis, 15 Desember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Kita
Kita adalah aku, kamu, dia, dan mereka. kita adalah keuniln yang menyatu dala sebuah kelompok. Kelompok adalah sekumpulan individu2 luar biasa yang tak pernah terkalahkan oleh seseorang.
Selasa, 13 Desember 2011
Lelah
Orang yang bekerja dan orang yang menganggur pada akhirnya memiliki satu kesamaan, mereka akan sama-sama merasa lelah.
Tapi ketahuilah bahwa lelah karwna bekerja itu lebih nikmat daripada lelahnya orang yang menganggur. Jadi lebih baik bekerja daripada menganggur.
Bekerja itu tidak melulu harus di seuah perusahaan, terlalu banyak hal yang dapat kita lakukan daripada harus menganggur. Kita harus melihat kata bekerja dalam arti yang luas, sehingga kita lebih bisa menikmati rasa lelah yang menghampiri.
Ketika kita harus diam tanpa melakukan sesuatu bukan berarti kita harus menganggur. Kita bisa memanfaatkannya untuk berpikir, dan menuangkan buah pikiran kita dalam bentuk tulisan, atau gambar, atau hanya semacam sketsa ataucoretan coretan kecil diatas kertas. Jadi sertakanlah pena dan kertas bersamamu, kemanapun kamu pergi, atau buatlah shortcut untuk notes di homescreen ponselmu. :)
Tapi ketahuilah bahwa lelah karwna bekerja itu lebih nikmat daripada lelahnya orang yang menganggur. Jadi lebih baik bekerja daripada menganggur.
Bekerja itu tidak melulu harus di seuah perusahaan, terlalu banyak hal yang dapat kita lakukan daripada harus menganggur. Kita harus melihat kata bekerja dalam arti yang luas, sehingga kita lebih bisa menikmati rasa lelah yang menghampiri.
Ketika kita harus diam tanpa melakukan sesuatu bukan berarti kita harus menganggur. Kita bisa memanfaatkannya untuk berpikir, dan menuangkan buah pikiran kita dalam bentuk tulisan, atau gambar, atau hanya semacam sketsa ataucoretan coretan kecil diatas kertas. Jadi sertakanlah pena dan kertas bersamamu, kemanapun kamu pergi, atau buatlah shortcut untuk notes di homescreen ponselmu. :)
Senin, 12 Desember 2011
Syukur
Cara terbaik untuk menikmati hidup adalah dengan bersyukur.
Bersyukur adalah menikmati apa yang ada dan memanfa'atkan segala yang kita miliki untuk kebaikan. Berbuat baik adalah wujud dari rasa syukur, Belajar adalah salah satu cara kita bersyukur, berbagi adalah bersyukur.
Bersyukur adalah menikmati apa yang ada dan memanfa'atkan segala yang kita miliki untuk kebaikan. Berbuat baik adalah wujud dari rasa syukur, Belajar adalah salah satu cara kita bersyukur, berbagi adalah bersyukur.
Minggu, 11 Desember 2011
Future
Orang yang akan hidup di masa depan bukanlah orang yang tahu segalanya hari ini, tapi hanya mereka yang mau belajarlah yang memiliki masa depan digenggaman tangannya.
Sabtu, 10 Desember 2011
Move On
Jika sesuatu yang negatif semakin besar dan kau lelah untuk melawan, Maka alihkanlah energi positifmu untuk melakukan hal-hal lain yang bermanfa'at dan membangun.
Jumat, 09 Desember 2011
Waktu
Kita semua punya waktu yang sama, Yang Berbeda adalah bagaimana kita memanfa'atkan waktu yang kita punya.
Kamis, 08 Desember 2011
Rabu, 07 Desember 2011
Jangan Takut

Langit semakin gelap, yang ada hanya hitam. Sekali cahaya muncul di hitamnya awan yang menyelimuti langit, cahaya itu membentuk garis-garis tak beraturan dan diiringi suara menggelegar memecah kesunyian.
'Ibu,,,, aku takuuut,,,,' kera kecil itu memeluk induknya erat-erat.
'Tenanglah sayang, itu adalah petir dan adanya dilangit. Petir itu jauuuh sekali dari kita. Coba bukalah matamu, suara itu hadir bersama cahaya yang indah nak'
[...]
sumber gambar: soviabachri.blogdetik.com
Sabtu, 03 Desember 2011
Lorong Waktu

[...]
'Aku tak mengerti dengan peralatan yang kau miliki, bagaimana bisa kau menyimpan istana ini kedalam sebuah kotak kecil?, sedang istanaku sendiri masih ada?'.
'Ma'af yang mulia, peramgkat ini adalah kamera, yang bisa mengambil gambar dari segala sesuatu, yang nampak dalam perangkat ini hanyalah gambar yang mulia'.
'Siapa sebenarnya kau ini?, aku tidak dapat mempercayai ini, kau bisa memasukkan apapun kedalam kotak kecil hanya dengan kilat?'
'Saya datang dari masa depan yang mulia,
[...]
sumber gambar: justfactsandnews.blogspot.com
Jumat, 02 Desember 2011
Ksatria

Suara hentakan kuda putih yang tinggi dan gagah, tunggangan seorang pangeran tampan terhenti sesaat. Dalam sekejap, sang pangeran sudah berdiri tegak di depan kudanya mengarahkan busurnya pada sasaran dihadapannya dan menarik anak panah yang terselip perlahan.
'Lepaskan dia' Sang pangeran bukannya melepaskan anak panahnya, tapi malah berseru pada sasarannya. Sang pangeran menyadari, menyerang dari belakang bukanlah sifat seorang ksatria.
'Hhhhrrrrr,,,,,,,' Terkejut dengan seruan sang pangeran, Harimau yang ada di hafapan sang pangeran melepaskan mangsanya. Menatap tajam pada sang pangeran yang urung melepaskan anal panahnya.
Harimau itu merasa marah karena mangsanya telah lepas, sekali lagi ia meraung, berlari menghampiri pangeran, dan segera menerkamnya,,,,,
[continued,,,]
sumber gambar: kazwini13.wordpress.com
Kamis, 01 Desember 2011
Naga Api

Riuh rendah wanita dan anak-anak yang meminta tolong seakan tak ada yang mempedulikannya. Para pria dewasa tengah bertarung melawan naga api yang membabi buta mengamuk diperkampungan penduduk di kaki gunung sastro wijoyo. Banyak dari mereka yang mati sia-sia. Dalam sekejap saja, kampung itu sudah binasa dan sang naga dengan secepat kilat menghilang dari hadapan mereka. Yang kini nampak dihadapan mereka hanyalah puing-puing yang menyala.
Mereka yang selamat berlari ke arah utara, menjauhi gunung dan mengungsi ke kampung lain.
Seorang pria bersama seorang anak justru berjalan kearah berlawanan, mereka pergi kearah hutan.
'Ayah, kenapa kita tinggal di hutan ini ayah?, warga lain pergi mengungsi ke kampung lain, tapi kenapa kita justru mendekati rumah naga api itu ayah? disini hanya kita berdua ayah, tidak ada siapa-siapa'. Joko bertanya dengan penuh rasa penasaran kepada ayahnya yang memilih pergi kehutan yang dekat dengan bersemayamnya sang naga api.
Ayah Joko tersenyum dan kemudian merendahkan tubuhnya, agar badannya yang kekar menyamai tinggi anaknya. Dipandanginya wajah anaknya dengan penuh kasih sayang, 'Anak ku, kita tidak sendiri disini, lihatlah burung-burung itu, lihat binatang-binatang itu, kita tidak bisa meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini. Kita harus menjaga mereka'.
'Tapi ayah, bagaimana jika Naga api itu datang dan menyerang kita?'
'Naga api itu marah karena merasa tempat tinggalnya terusik, sebenarnya Naga api itu sangat bersahabat, dia tidak akan menyerang kita jika kita menjaga hutan ini' Ayah joko meyakinkankan putranya sambil berjalan menhampiri Joko dengan menggenggam busur panah.
'Tapi jika itu terjadi, kita lawan naga itu dengan panah ini Joko'
Joko segera saja meraih busur panah yang disodorkan ayahnya.
[continued...]
sumber gambar : photobucket.com
Rabu, 05 Oktober 2011
Hening
Entah apa yang membuat aku tak pernah bosan memandang wajahnya, sepertinya ada candu yang membuatku terus ingin bersamanya. Sejujurnya aku ingin menatap dalam matanya, menyusurinya hingga ke ulu hatinya. Biar aku tahu apa sebenarnya yang ada disana.
Namun kini, rasanya sulit bagiku. Tak seperti dulu, ketika tawa dan canda menghiasi hari-hari kita. Ketika segala sesuatunya dirasa biasa saja. Mungkin saat itu kau belum tahu bahwa aku tak sendiri.
”Sejak kapan kamu bersama reva?” tatapannya jauh kedepan, sedang aku berada disampingnya.
”Dari mana kamu tahu soal itu” aku masih coba mengelak.
”Tidak terlalu penting sih, darimana aku
tahu”
”Sudah sejak lama, sebelum aku mengenalmu”
”Selama itu kah?”
”Ya, Bagaimana menurutmu?”
”Apaa?”
”Aku dan Reva”
”Serasi, sepertinya kalian cocok”
Pernyataaan yang datar itu terlempar dari bibirnya yang indah. Dengan tatapan yang sambil lalu kearah ku kemudian pandangannya terlempar ke antah berantah.
”Hampir semua orang bilang begitu,
Nov”
“Lalu kenapa?, bagus dong“
“Kenapa? Kamu bertanya kenapa?,sedang kamu sendiri tak pernah jujur pada dirimu sendiri“
“Apa maksudmu“
“Novi, aku disini, disampingmu, aku
bicara padamu, tatap aku“ Aku meraih pundaknya. Namun dia menunduk dan memberontak. Dia malah meninggalkanku beberapa langkah. Aku membiarkannya, sepertinya dia butuh ketenangan, begitu juga aku. Aku tak beranjak dari tempatku, seperti ada yang bergejolak dalam jiwaku, aku menarik napas dalam-dalam, aroma malam yang sunyi merasuk kedalam paru-paru, berhembus keseluruh aliran darahku.
Kemudian Hening.
Namun kini, rasanya sulit bagiku. Tak seperti dulu, ketika tawa dan canda menghiasi hari-hari kita. Ketika segala sesuatunya dirasa biasa saja. Mungkin saat itu kau belum tahu bahwa aku tak sendiri.
”Sejak kapan kamu bersama reva?” tatapannya jauh kedepan, sedang aku berada disampingnya.
”Dari mana kamu tahu soal itu” aku masih coba mengelak.
”Tidak terlalu penting sih, darimana aku
tahu”
”Sudah sejak lama, sebelum aku mengenalmu”
”Selama itu kah?”
”Ya, Bagaimana menurutmu?”
”Apaa?”
”Aku dan Reva”
”Serasi, sepertinya kalian cocok”
Pernyataaan yang datar itu terlempar dari bibirnya yang indah. Dengan tatapan yang sambil lalu kearah ku kemudian pandangannya terlempar ke antah berantah.
”Hampir semua orang bilang begitu,
Nov”
“Lalu kenapa?, bagus dong“
“Kenapa? Kamu bertanya kenapa?,sedang kamu sendiri tak pernah jujur pada dirimu sendiri“
“Apa maksudmu“
“Novi, aku disini, disampingmu, aku
bicara padamu, tatap aku“ Aku meraih pundaknya. Namun dia menunduk dan memberontak. Dia malah meninggalkanku beberapa langkah. Aku membiarkannya, sepertinya dia butuh ketenangan, begitu juga aku. Aku tak beranjak dari tempatku, seperti ada yang bergejolak dalam jiwaku, aku menarik napas dalam-dalam, aroma malam yang sunyi merasuk kedalam paru-paru, berhembus keseluruh aliran darahku.
Kemudian Hening.
Selasa, 04 Oktober 2011
Menanti Diujung Senja

Dibelakangku terdengar suara langkah kaki yag semakin mendekat. Aku seperti mengenali ritme langkah kaki itu, namun aku tak menoleh. Karena memang bukan dia yang aku tunggu.
"Dia datang?" dengan nada datar dia bertanya.
"Senja kali ini, kulewati sendiri" aku tak menoleh sedikitpun. Bulatan jingga yang terpampang dihadapanku sudah hampir habis tenggelam oleh air asin yang menari memancarkan bias sinarnya.
"Terkadang, kita memang harus menunggu lebih lama agar sesuatunya menjadi indah... " Sosok itu telah berada disampingku dan menepuk pundakku, sepertinya dia sedang menguatkan aku.
"tapi... "
"tapi terkadang kita harus berlari, agar keindahan itu tak terlewatkan "Dhani melanjutkan kata-katanya tanpa memberi aku kesempatan untuk bicara.
...
=============================
(a Cerpen dedicated for Gerakan 30 Hari Menulis)
Sumber Gambar: Koleksi Pribadi (Lokasi: Karimun Jawa / Dambil ketika Melakukan Perjalanan dalam Program Aku Cinta Indonesia detik.com)
Minggu, 02 Oktober 2011
Cinta Dalam Selembar Batik Keraton [part 1]
Bias jingga dilangit sore itu perlahan mulai pudar, digantikan dengan nyala lampu-lampu jalan yang agak muram karena mungkin telah lelah terus berada disana, sementara aku sudah hampir 20 menit berdiri diantara orang-orang yang tengah menanti. Ya, menanti aku dan semua orang yang berdiri di halte ini tengah menantikan kedatangan bus yang akan mengantarkan kami munuju terminal pulogadung.
Beberapa bus sudah berhenti dan kemudian melaju. Tapi aku belum berkesempatan untuk menumpangi salah satu bus itu, jarak ku masih terlalu jauh. Tiap bus berhenti, aku dan semua yang berdiri disana berkesempatan maju sekitar 5meter sebelum akhirnya dapat naik kedalam bus.
Hawa yang panas perlshan merasuk kedalam tubuh dan memaksa cairan-cairan dalam tubuh terdorong keluar melalui pori-pori. Disaat seperti ini, penampilan mungkin terabaikan. Batik kraton yang ku kenakan tak lagi licin, parfum yang tadi pagi aku semprotkan kini telah pudar bercampur keringat debu dan aroma sangit knalpot bajaj dan kopaja. Batik ini baru aku beli beberapa hari yang lalu, dan ini adalah satu-satunya baju batik yang aku miliki. Dan ini sangat istimewa, meski saat itu aku tak pernah berniat untuk membelinya. Namun sekarang aku seperti terhipnotis oleh motif-motif yang kini tengah aku kenakan...
teeet,,, besssss,,, Sebuah bus biru berhenti tepat dihadapanku, dan perlahan pintunya terbuka.
***
...continued...
Beberapa bus sudah berhenti dan kemudian melaju. Tapi aku belum berkesempatan untuk menumpangi salah satu bus itu, jarak ku masih terlalu jauh. Tiap bus berhenti, aku dan semua yang berdiri disana berkesempatan maju sekitar 5meter sebelum akhirnya dapat naik kedalam bus.
Hawa yang panas perlshan merasuk kedalam tubuh dan memaksa cairan-cairan dalam tubuh terdorong keluar melalui pori-pori. Disaat seperti ini, penampilan mungkin terabaikan. Batik kraton yang ku kenakan tak lagi licin, parfum yang tadi pagi aku semprotkan kini telah pudar bercampur keringat debu dan aroma sangit knalpot bajaj dan kopaja. Batik ini baru aku beli beberapa hari yang lalu, dan ini adalah satu-satunya baju batik yang aku miliki. Dan ini sangat istimewa, meski saat itu aku tak pernah berniat untuk membelinya. Namun sekarang aku seperti terhipnotis oleh motif-motif yang kini tengah aku kenakan...
teeet,,, besssss,,, Sebuah bus biru berhenti tepat dihadapanku, dan perlahan pintunya terbuka.
***
...continued...
Langganan:
Postingan (Atom)




